ANALISIS PROTEIN METODE KJELDAHL PDF

Analisis protein dapat dilakukan dengan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode Kjeldahl merupakan salah satu metode kuantitatif yang dapat. Analisis protein secara umum dilakukan dengan dua metode, yaitu kualitatif dan Kjeldahl digunakan untuk menganalisis kadar protein kasar dalam bahan. Crude protein content; Johan Kjeldahl () developed the basic process Protein analysis in foods has been mostly done by determining Nitrogen Content Metode ini digunakan untuk penetapan kadar protein dalam susu secara cepat .

Author: Kigarg Mikalabar
Country: Gabon
Language: English (Spanish)
Genre: Science
Published (Last): 28 October 2016
Pages: 294
PDF File Size: 4.50 Mb
ePub File Size: 19.51 Mb
ISBN: 764-7-49433-119-4
Downloads: 73212
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Gushicage

Published on Sep View Download Protein terdapat di dalam semua sistem kehidupan, dan pada manusia, protein banyak tersimpan di jaringan otot dan beberapa organ tubuh lainnya, sedangkan sisanya terdapat di dalam darah. Protein tersusun atas asam-asam alfa amino yang susunannya mengandung unsur-unsur seperti karbon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen Sumardjo Protein adalah polimer biologi berbentuk rantai molekul panjang yang tersusun atas molekul-molekul kecil asam amino yang saling berikatan dengan ikatan peptida.

Perbedaan gugus acak menentukan jenis asam amino serta menentukan protein yang terbentuk. Gugus pada asam amino tersebut dapat berupa senyawa aromatik, rantai panjang karbon, sulfida, amina, dan sebagainya Underwood Protein sendiri berfungsi banyak dikarenakan keragamannya. Antara lain sebagai enzim, senyawa transport, protein kontraktil, protein regulator, katalisator, dan protein struktural. Sifat fisika dan kimia dari protein hampir sama dengan asam amino, monomernya. Protein memiliki bobot molekul besar, sehingga ketika dilarutkan akan membentuk senyawa koloid, juga protein tidak dapat melalui membrane semipermeabel dikarenakan sifatnya itu.

Protein dapat menggumpal jika ditambah alkohol atau diberi panas karena protein akan menarik mantel air yang melingkupinya. Protein juga bisa mengalami denaturasi dan renaturasi yaitu pemutusan ikatan-ikatan molekul pada protein dan penggabungan kembali ikatan tersebut. Hal tersebut bisa diakibatkan pengaruh suhu, pH, dan logam berat.

Penentuan Protein Metode Bradford

Protein juga bersifat amfoter serta memiliki titik isolistrik dikarenakan memiliki gugus karboksil sekaligus amina Harold Sifat-sifat protein inilah yang menyebabkannya menjadi salah satu biomarker dalam penelitian. Asam amino yang dapat dianalisis adalah asam amino esensial, seperti asam amino dengan rantai samping aromatik tirosin, triptofan, dan fenilalanin atau bersifat basa arginin, histidin, dan leusin Stoscheck Kemudian diencerkan sampai 1 L dengan akuades.

Reagen harus disaring melalui Whatman no. Reagen yang disimpan harus disaring terlebih dahulu sebelum digunakan Rosenberg Prinsip metode Bradford adalah penggunaan spektrofotometer dalam pengikatan warna Coomaise Brilliant Blue oleh protein yang mengandung residu asam amino dengan rantai samping aromatik tirosin, triptofan, dan fenilalanin atau bersifat basa arginin, histidin, dan leusin.

Setelah pengikatan tersebut, protein akan berwarna biru sehingga nilai absorbansinya bisa diukur dengan metode spektrofotometri. Jumlah CBB yang terikat pada protein proporsional dengan muatan positif yang ditemukan pada protein Wilson dan Walker Panjang gelombang maksimum adalah ketika nilai absorbansi mencapai maksimum. Penentuan panjang gelombang maksimum dilakukan untuk mengetahui ketika absorpsi mencapai maksimum sehingga meningkatkan proses absorpsi larutan terhadap sinar Rohman Jika pemilihan panjang gelombang memiliki spektrum perubahan besar pada nilai absorbansi saat panjang gelombang sempit, maka apabila terjadi penyimpangan kecil pada cahaya yang masuk akan mengakibatkan kesalahan besar dalam pengukuran.

Semakin besar panjang gelombangnya maka akan semakin kecil nilai absorbansinya. Hal ini dapat diakibatkan sinar putih pada setiap panjang gelombang dapat terseleksi lebih detail oleh prisma Underwood Panjang gelombang yang dapat dipakai dalam analisis protein Metode Bradford antara – nm.

  HARRIS TVM-821D PDF

Panjang gelombang maksimumnya adalah nm, didasarkan atas warna reagen CBBG bebas yaitu merah-kecokelatan Imaks nmsedangkan dalam suasana basa reagen CBBG akan berada dalam bentuk anion yang akan mengikat protein membentuk warna biru Imaksnm Neide et al.

Pada nm, warnanya adalah orange, sedangkan warna komplementernya adalah biru. Praktikum ini bertujuan menentukan kadar protein dalam suatu sampel prorein metode Bradford, yaitu dengan metode spektrofotometri menggunakan kurva standar.

Prosedur PenelitianPembuatan Kurva StandarSebanyak 6 buah tabung reaksi yang bersih dan kering disiapkan dan diberi label 1, 2, 3, 4, 5dan 6. BSA diencerkan terlebih dahulu dengan 4,5 ml akuades hingga volumenya 5 ml. Kemudian tabung reaksi 1 diisi dengan L NaCl. Tabung reaksi 6 diisi dengan L BSA.

Setiap aanlisis ditambahkan 5 ml reagen Bradford ke dalamnya, dikocok perlahan hingga homogen dan didiamkan hingga terjadi perubahan warna. Kemudian setiap larutan dalam tabung reaksi diukur nilai absorbansinya dengan panjang gelombang nm. Tabung reaksi 1 digunakan sebagai blangko. Kurva standar dibuat antara konsentrasi protein dan absorbansi.

Penentuan Konsentrasi Protein SampelSebanyak tiga buah tabung reaksi yang bersih dan kering disiapkan dan diberi label. Tabung reaksi 3 diisi L BSA. Pengukuran absorbansi dilakukan secara duplo. Konsentrasi sampel ditentukan dengan memasukkan nilai absorban ke persamaan garis yang sudah diperoleh pada percobaan pertama.

Tabel 2 Hasil pengukuran absorbansi sampel protein metode Bradford pada panjang gelombang nmNo.

Prinsip kerjanya didasarkan pada peningkatan secara langsung zat warna Coomasie Brilliant Blue G CBBG oleh protein yang mengandung residu asam amino dengan rantai samping aromatik tirosin, triptofan, dan fenilalanin atau bersifat basa arginin, histidin, dan leusin. Jumlah CBBG yang terikat pada protein proporsional dengan muatan positif yang ditemukan pada protein Stoscheck Percobaan ini dilakukan dengan menambahkan sejumlah NaCl pada larutan BSA, yang berfungsi sebagai pelarut protein yang akan diukur.

Penambahan NaCl menyebabkan nilai absorbansinya menurun atau semakin kecil, karena pengompleksan protein dan zat warna CBB dalam reagen Bradford akan semakin sedikit. Dengan semakin kecilnya nilai absorban, menunjukkan bahwa protein yang larut semakin banyak Khopkar Hasil pengukuran absorbansi deret standar protein metode Bradford pada panjang gelombang nm dapat dilihat di Tabel 1.

Data yang snalisis menunjukkan bahwa nilai absorbansi semakin meningkat seiring dengan penambahan volume BSA pada setiap tabung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin sedikit volume NaCl atau semakin banyak jumlah larutan BSA dalam campuran, jumlah protein yang terlarut akan semakin sedikit, sehingga nilai absorbansinya semakin besar.

Hasil percobaan sesuai dengan teori bahwa semakin kjelrahl volume NaCl, protein yang terlarut akan semakin banyak, sehingga nilai absorbansinya kecil. Sumbu x merupakan konsentrasi protein, sedangkan y merupakan nilai absorbansi. Dari persamaan tersebut, dapat diperoleh konsentrasi protein BSA dalam sampel.

Pada hasil percobaan analisis kadar protein suatu sampel dalam Tabel 2, nilai absorbansi terukur dari sampel digunakan untuk mencari konsentrasi proteinnya melalui kurva standar. Data yang anallsis sesuai dengan teori bahwa semakin besar konsentrasi protein, maka semakin tinggi nilai absorbansinya sehingga koefisien korelasi R yang didapatkan memiliki linearitas grafik yang sangat bagus, yakni 0. Linearitas sempurna suatu grafik adalah 1.

Nilai ketepatan R yang didapatkan cukup besar dan mendekati 1, menunjukkan sedikitnya kesalahan dalam praktikum. Analisis protein pada subseluler dapat ditemui pada analisis protein komponen sel hati tikus dengan menggunakan metode biuret, analisis urutan nukleotida dan ekspresinya, dan analisis protein dengan metode sidik jari.

  HAPLOTIPOS HLA PDF

Metode Bradford banyak digunakan karena cara pewarnaannya yang praktis dan memiliki nilai sensitivitas tinggi.

Nilai sensitivitasnya empat kali dari metode Lowry. Selain itu metode Bradford lebih cepat dan akurat, melibatkan langkah-langkah pencampuran yang lebih sedikit, metoce memerlukan pemanasan, dan memberikan respon kolorimetri lebih stabil dibandingkan dengan metode lain John Namun, respon reagen Bradford rentan terhadap pengaruh nonprotein, khususnya detergen, dan menjadi semakin nonlinier pada tinggi akhir konsentrasi berbagai protein yang berguna.

Respon Bradford juga berbeda atau bervariasi bergantung pada komposisi protein, sehingga dibutuhkan anallisis solusi standar Neide et al.

Hal tersebut membuat praktikan harus teliti dalam memilih sampel protein yang akan diujikan. Sebaiknya, protein yang diuji adalah protein yang memberikan nilai absorbansi mendekati konsentrasi sampel yang akan diujikan. Metode ini kurang akurat untuk asam protein dasar dan kurang sensitif terhadap sampel yang memilliki kandungan protein rendah Bradford Proteun NaCl ini akan menyebabkan nilai absorbansinya menurun atau semakin kecil, karena pengompleksan protein dan zat warna CBB dalam reagen Bradford akan semakin sedikit.

Penentuan Protein Metode Bradford

Metode lain yang dapat digunakan untuk menganalisis kadar protein selain metode Bradford adalah metode Lowry dan metode biuret. Metode Lowry-Folin dilakukan untuk menganalisis protein terlarut dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang nm Sumardji dalam Rahayu Sedangkan metode biuret menggunakan panjang gelombang nm dengan larutan standar Bovine Serum Albumin BSA dalam berbagai variasi konsentrasi.

Metode Bradford menggunakan prinsip spektrofotometri untuk melihat nilai absorbansi dan hubungannya dengan kadar protein yang diikat zat warna CBBG. Konsentrasi sampel protein dapat ditentukan setelah membuat kurva standar dari percobaan. Semakin besar konsentrasi protein dalam sampel, semakin tinggi nilai absorbansinya. SaranSebaiknya alat spektrofotometer disediakan lebih dari satu sehingga praktikan tidak menunggu lama untuk menggunakannya setelah menyiapkan sampel yang akan diukur absorbansinya.

A rapid and sensitive method for the quantitation of microgram quantities of protein utilizing the principle of protein-dye bending. Kimia Organik Edisi ke Bradford for checking protein assay on mixed biological samples techniques and instrumentation in analytical chemistry.

Determination of total proteins in cow milk powder samples: Journal of Food Composition and Analysis 16 8: Rahayu A, Suranto, Purwoko T.

Analisis karbohidrat, protein, dan lemak pada pembuatan kecap lamtoro gung Leucaena leucocephala terfermentasi Aspergillus oryzae. Analjsis Analysis and Kjeodahl Massachusetts General Hospital US: Increased uniformity in the response of the coomasie blue protein assay to different proteins.

Analytical Biochemistry 18 4: Wilson K, J Walker. Principles and Techniques of Practical Biochemistry 5th edition. Optimasi suhu dilakukan emtode metode uji aktivitas azokaseinolitik terhadap enzim ekstrak Documents. Sementara untuk uji stabilitas suhu Penentuan aktivitas selulase dengan metode DNS Aktivitas protein selulase dengan metode Bradford Documents. Analisis kadar protein dan penentuan persen.

Untuk menentu- kan kadar protein dari ekstrak protein. Persentase dari rasio kadar protein ekstrak dengan kadar protein bahan awal Documents. Analisis protein dengan metode Bradford menggunakan spektrofotometer Penentuan kadar protein dilakukan berdasarkan metode Bradforddengan Metode Penentuan Arah Kiblat Documents.

admin