DOGMATIKA KRISTEN PDF

dogmatika kristen. 9 likes. Book. dogmatika kristen. Privacy · Terms. About. dogmatika kristen. Book. 9 people like this topic. Want to like this Page? Sign up for. Get this from a library! Dogmatika kristen: ajaran Alkitab menurut pengakuan2 iman reformasi. [C J Haak]. Download >> Download Pdf dogmatika kristen doute Read Online >> Read Online Pdf dogmatika kristen doute 1 CHRISTIAAN.

Author: Moogukora Mora
Country: Uzbekistan
Language: English (Spanish)
Genre: Relationship
Published (Last): 12 October 2011
Pages: 243
PDF File Size: 5.48 Mb
ePub File Size: 4.80 Mb
ISBN: 346-2-51877-730-3
Downloads: 14872
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kajimuro

Tugas dari teolog Alkitab adalah mendapat dan membangun suatu gambaran lengkap mengenai wahyu Yahwe. Menulis teologi yang memuaskan menuntut pengelompokan ide teologis tertentu yang didapat melalui eksegesis kedalam kategori universal. Prosesnya melibatkan penemuan tema pemersatu diseluruh Perjanjian Lama dan meletakan dasar bagi Perjanjian Baru.

Itu merupakan proses yang dimulai dengan eksegesis bagian tertentu dalam mencari kategori teologis dari penulis itu sendiri dan berlanjut dengan menghubungkan seluruh penemuan eksegesis diseluruh Alkitab. Maka dari itu, apa yang dilakukan dalam sebuah bagian atau satu kitab hanyalah sebuah permulaan. Saat bagian-bagian PL tertentu seluruhnya telah dianalisa teologi Alkitabnya, tugas berikut adalah menulis suatu teologi Perjanjian Lama.

Hal ini jelas merupakan proyek seumur hidup. Tapi dalam mengerjakannya kita harus ingat:. Hal ini meliputi seluruh Perjanjian Lama maka dari itu, teolog harus menghindari pemilihan seenaknya atau pengujian teks yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Kategori, tema, dan pikiran penyatu haruslah sekonsisten mungkin dengan kategori yang ada dalam pikiran para penulis Perjanjian Lama; dan. Karena wahyu terbungkus dalam proses historis suatu wahyu progresif, berkembang-tema-temanya harus dikembangkan secara progresif substansi dari teologi adalah perkembangan histories dari Yahwism.

pdf dogmatika kristen saban

Setelah teologi Perjanjian Lama telah diartikulasi dengan seksama, berikutnya harus dikorelasikan dengan Perjanjian Baru. Untuk membuat korelasi ini, berkaitan dengan eksegesis teks Perjanjian Lama yang sulit sekali, eisegesis dan pengujian teks yang naf kelihatannya lebih menggiurkan.

Untuk mewaspadai hal itu, atau menafsirkan sebuah bagian secara tidak seharusnya, pada awalnya harus menentukan teologi Alkitab dari bagian itu didalam teologi Perjanjian Lama. Saat anda mulai mengeksegesis dan menguraikan Perjanjian Lama, anda mulai mengembangkan ide teologis. Seminari memberikan anda kerangka teologis dan biblical sehingga anda bisa bekerja secara baik sejak awal, walaupun anda tidak bisa mengeksegesis Perjanjian Lama dan mengakhiri teologi anda sebelum mulai melayani.

Tapi saat anda belajar dan mengajar, anda harus menjaga batasan teologi Alkitab ini sebelumnya agar anda menyadari kategori teologis yang lebih luas dan mampu menghindari eisegesis. Maka, selama pelayanan anda bisa memperbaharui dan menyesuaikan kategori teologi umum anda.

Sangat ilmiahdalam pengertian rasionalsitikobjektifitas tidak terlalu mampu menangkap, apalagi mengeksploitasi, nilai religius dari Alkitab.

Maka awalnya harus ada komitmen, pengakuan iman akan asal mula ilahi dan otoritas dari buku ini, barulah orang percaya bisa dengan benar dan mendapat keuntungan menerapkan seluruh teknik ilmiah, tanpa melanggar autonomi dogmahika mengkhianati ideal ilmiahnya The Concept of Biblical Theology, TT 4 []: Pernyataan seperti itu memiliki dasar dalam pengajaran Alkitab dogatika lihat I Korintus 2: Cornelius Van Til juga menegaskan bahwa seorang apologet sejati awalnya harus bermula dari presuposisi Allah tritunggal, Bapa, Anak, dan Roh Kudus berbicara kepadanya dengan otoritas absolut dalam Alkitab The Defense of the Faithp.

Presuposisi Tuhan ada merupakan fondasi seluruh teologi. Posisinya berada jauh didepan. Bagaimana manusia bisa menentang kalau Tuhan itu bisa dikenal, saat mereka terbujuk mengenal Dia, saat mereka bersekutu denganNya, saat kesadaran dan seluruh pikiran mereka dipenuhi dengan pikiran mengenai Dia, dan saat melalui RohNya Dia menggerakan mereka, dan mengarahkan keseluruhan sejarah mereka?

  HC08 DATASHEET PDF

The Theology of the Old Testamentp. Hal ini jelas bukan abstrak pada awal mulanya, suatu produk dari intelek abstrak. Ajaran Perjanjian Lama mengenai Tuhan adalah respon orang Ibrani terhadap Tuhan yang hadir dalam krisis, menyelamatkan, dan dalam bencana bangsa selama ratusan tahun sejarah mereka The Thought of the Old Testament: Jadi para penulis Perjanjian Lama tidak pernah merasa terdorong untuk membuktikan keberadaan Tuhan.

Dogmxtika tidak pernah mereka pertanyakan; hanya orang bodoh yang bisa berkata, Tidak ada Tuhan Ps. Keberadaan Tuhan merupakan satu-satunya hal yang memberikan stabilitas bagi segala hal lainnya. Presuposisi kedua adalah Tuhan telah berbicara, bahwa dia membuat kehendaknya diketahui. Maka dari itu, tulisan Alkitab adalah unik. Itu bukan sekedar kumpulan teks religius dari Timur Dekat kuno.

Ichtisar dogmatika – R. Soedarmo – Google Books

Itu bukan pinjaman terseleksi dari pendahulu dalam perkembangan ide religius. Alkitab menulis pernyataan unik dari Tuhan yang hidup.

Pertama haruslah diperhatikan kalau penegakan sebuah perjanjian melalui Musa terutama sekali menekankan satu elemen dasar dari keseluruhan pengalaman Israel mengenai Allah, yaitu nature asli dari wahyu ilahi. Pernyataan Tuhan tidak dimengerti secara spekulatif, tidak dijabarkan dalam bentuk pelajaran; tapi saat dia berjumpa dalam hidup umatNya dan memberikan mereka pengetahuan akan diriNya Old Testament TheologyI: Natur dari pewahyuan sebagai tindakan Allah sekarang menjadi jelas.

Wahyu adalah Pencipta kita dan Penopang menasihati kita untuk bisa berteman dengan kita. Kita tidak menemukan Dia; tapi, Dia menemukan kita. Dia melihat kita sebagai pemberontak melawan Dia, dengan pikiran kita dibutakan dan karakter kita dibengkokan oleh dosa, secara aktif tidak menghormati Dia dengan mengabaikan kebenaranNya dan melayani allah palsu God Speaks to Man: Revelation and the Bible, p. Dalam mengklarifikasi presuposisi kedua harus dikatakan bahwa Tuhan menyatakan dirinya baik dalam tindakan histories dan pernyataan proposisional objektif yang bisa dianalisa secara kognitif.

Kedua aspek ini menunjukan kalau pewahyuan Tuhan berlawanan dengan teologi dari Gerhard von Rad dan alirannya yang melihat sejarah sebagai titik awal iman lihat perdebatan Vriezen terhadap von Rad dalam teologinya, pp. Ini juga berlawanan dengan Neo-orthodoxy yang melihat pewahyuan semata subjektif, menolak Tuhan bisa dipelajari secara objektif lihat perdebatan Gordon Clark mengenai hal ini dalam Revelation and the Bibleedited by C.

Seluruh teologi, dan juga seluruh eksposisi, bergantung pada presuposisi bahwa Alkitab adalah wahyu Tuhan, dan peristiwa dan kata-kata yang ditulis memiliki kepentingan rohani bagi umat Allah disegala zaman. Kita juga mengakui bahwa wahyu efektif terbatas pada tidak bisa salahnya Alkitab. Kemampuan kognitif manusia untuk mengerti wahyu ini tergantung pada kondisi rohaninya dan juga ketekunan dalam meneliti.

Dia harus menggunakan metode penafsiran melalui tata bahasa, kontekstual, dan histories. Penekanan kedua Perjanjian dalam Alkitab ada pada ketekunan mempelajari Firman Tuhan, bukan berarti seseorang yang secara rohani berhubungan dengan Tuhan bisa secara alami mengerti seluruh pewahyuan.

Dogmatika kristen : ajaran Alkitab menurut pengakuan2 iman reformasi

Pelajaran teologi Alkitab haruslah induktif walaupun induksi yang tidak lengkap. Penekanan pada pelajaran induktif artinya kategori, tema, motif, dan kesombongan harus secara eksegetis berasal dari teks Alkitab.

Eksegetor harus masuk kedalam oristen sebaik mungkin tanpa awalan logika, mental atau skema filosofis dan kemudian dicampur kedalamnya sehingga pengetahuan Alkitab yang dikemukakan memiliki campuran itu. Ini dohmatika dengan teologi dogmatis. Untuk menghindari kesewenangan, pengujian teks, dan pemilihan, pandangan dasar setiap penulis kitab harus dipastikan.

Dari investigasi kitab terpisah ini, tema berlanjut yang menyatukan Perjanjian Lama bisa ditemukan. Presentasi teologi Alkitab haruslah deduktif. Itu tidak hanya menceritakan kembagi bagian-bagian seperti yang dilakukan von Radtapi teologi Perjanjian Lama yang teratur. Presentasi harus dogmztika perkembangan histories dari setiap kategori. Pertimbangan seksama harus diberikan pada saat tertentu dari wahyu ilahiberkaitan dengan pembentukan bangsa, pembentukan bangsa dibawa Musa, dan dimasa hakim-hakim, monarki, penawanan dan saat kembali.

  EUROCAE ED-112 PDF

Langkah berikut dalam perkembangannya adalah hubungannya dengan Perjanjian Baru. Ada suatu perdebatan krksten terus berlanjut mengenai teologi Perjanjian Lama, terutama mengenai pusatnya. Ada orang yang menemukan kesatuan atau ide sentral teologi Perjanjian Lama, dan ada yang hanya melihat pluralitas ide. Menyederhanakan masalah ini, kita bisa membedakan antara pandangan Eichrodt dan von Rad.

Eichrodt melihat teologi dipersatukan dalam konsep perjanjian tapi tidak mencampurnya dengan covenant theology. Dia melihat perjanjian dogmatia sebagai hubungan Allah dengan umat manusia, masuknya kerajaan Allah dibumi lihat pembahasan dibawah ini dalam Penggunaan Mazmur.

Von Rad, sebaliknya, melihat Perjanjian Lama sebagai sekumpulan kesaksian, atau pengakuan, oleh Israel mengenai iman mereka. Maka dari itu, bagi dia pusat teologi adalah keseluruhan kumpulan kesaksian itu.

Pendekatan Eichrodt lebih memuaskan karena menyatukan ide teologis diseluruh Perjanjian Lama. Tapi kesulitan dasar yang harus dihadapi setiap orang adalah keragaman dalam Alkitab, yaitu, hubungan antar bagian terhadap keseluruhannya.

Dogmatika Kristen: dari perspektif reformed – Muriwali Yanto Matalu – Google Books

Banyaknya ide dalam Alkitab menunjukan sulitnya mengusahakan satu ide sentral. Seluruh Perjanjian Lama adalah keseluruhan materi yang harus digunakan. Begitu banyak sehingga tidak semua bisa diwakili dalam sebuah teologi.

Tapi apa yang harus dipilih?

Jelas sekali, beberapa kriteria diperlukan, dan didalamnya ada subjektifitas. Materi Alkitab adalah subjek yang harus dipelajari; jika tidak ada kesatuan, kita tidak bisa menciptakannya, jika memang ada kesatuan, kita harus menemukannya.

Syarat minimun bagi teologi untuk menjadi sebuah teologi adalah masalah mengenai Tuhan. Baik kesatuan wahyu Diri Tuhan dan keragaman sejarah pengertian manusia mengenai Tuhan dan responnya terhadap Tuhan teradapat dalam karya ini. Dengan kata lain, dalam Alkitab ada ketegangan antara agama popular dan agama nubuat dan ini harus dipisahkan dalam pengertiannya. Jadi teolog harus menelusuri Alkitab untuk melihat apa yang dikatakan setiap penulis mengenai Tuhan, manusia, dan hubungan antara Allah dan umat manusia.

Dogmatikq penyatu utama dari teologi Alkitab adalah pernyataan diri Yahwe, didukung oleh pengidentifikasian Yahwe oleh umat manusia. Bukan saja Aku telah mengadakan dogamtika dengan mereka untuk krishen kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing. Maka dari itu, sebuah kesatuan nyata dalam pewahyuan, tapi ada keragaman dalam cara wahyu dogmtaika diterima.

Para leluhur mengenal nama itu selama Kejadian 4: Firman Allah kepada Musa: Fenomena indentifikasi mengenai Tuhanwahyu dan pengertianmengikuti Israel diseluruh sejarah.

Hal kedua yang memberi kesatuan bagi agama Israel adalah keunikan Yahwe bahwa Dia Kudus. Kekudusannya dinyatakan melalui kuasanya dan kebenarannya; dan Dia melindunginya dengan sangat. Perintah untuk tidak memiliki allah lain Exod.

Jadi perintah kedua, tidak membuat berhala Exod.

Ditengah politeism, Israel diperintahkan untuk beribadah pada satu Tuhan yang nyata, secara eksklusif. Ini mendatangkan pergumulan hidup mati melawan sinkritisme dengan agama lain. Ide baru, epithets, dan appraisals ikut bersama, tapi satu identifikasi konstan mengenai Allah sejati tetap ada.

Tulisan hukum menuntut ketaatan pada satu Tuhan, para nabi menyatakan itulah iman sejati, doggmatika tulisan hymne menjadi saksinya. Dan sisa odgmatika setia menaatinya. Pergumulan dengan sinkritisme juga menjadi tetap dalam agama Israel.

Pembelaan iman, proklamasi tentang kedaulatan Allah, menjadi elemen penyatu dasar dalam teologi. Prilaku tidak toleran dari orang Ibrani berasal dari klaim mereka bahwa hanya Yahwe saja adalah Tuhan.

admin